Jaguar, Si Kucing yang Membunuh dengan Satu Lompatan

Jaguar (Foto: National Geographic)
Siapa diantara teman-teman yang pernah melihat jaguar? Tahukah
teman-teman jika jaguar itu masih termasuk dalam keluarga kucing? Iya,
benar! Jaguar masih tergolong ke dalam kelompok kucing. Mereka biasa
disebut sebagai “kucing besar” oleh para ilmuwan atau para pecinta
hewan, lho.
Jaguar adalah hewan menyusui atau kita kenal dengan istilah mamalia.
Jaguar memiliki bobot 45 kilogram hingga 150 kilogram. Mereka memiliki
tubuh dengan panjangnya hingga 2 meter. Kita dapat bertemu dengan si
kucing besar ini di daratan Amerika Latin; biasanya di daerah hutan
Amazon.
Nama “jaguar” dikaitkan dengan budaya masyarakat Amerika Latin yang
mengagungkan Tuhannya. Nama “jaguar” sendiri berasal dari “yaguar” yang
berarti “dia yang dapat membunuh dengan sekali lompatan”. Wah!
Jaguar memiliki keistimewaan dari jenis kucing lainnya. Salah
satunya, jaguar tidak takut dengan air. Katanya, jaguar ini pintar
berenang. Ayo, siapa yang ingin bertanding berenang dengan dia? Hihihi.
Oh iya, jaguar biasa mencari makan di sungai. Makanan yang bisa dimakan
adalah makanan daging. Maklum, dong, dia ‘kan karnivora, si pemakan
daging. Selain memakan ikan, jaguar juga bisa makan hewan yang besar,
contohnya kijang, bahkan tapir, lho. Sebelum menangkap mangsanya, mereka
bersembunyi, saat mangsanya sudah mendekat, hap! mereka langsung
menangkapnya dengan sekali terkam!
Berbicara soal warna, jaguar memiliki warna oranye dengan bintik
hitam di tubuhnya. Jika teman-teman jeli, corak bintik-bintik hitam itu
mirip dengan bunga mawar. Lihat gambar di bawah:
Jaguar ini terbiasa hidup sendirian. Mereka memiliki wilayah tempat
tinggal sendiri. Teman-teman pasti ingat bagaimana seekor hewan menandai
kawasan tempat tinggalnya. Benar! Mereka menandai kawasannya dengan
bekas cakarannya. Ada juga yang mengaum sebagai tanda kawasannya sejauh
auman itu terdengar.
Jaguar betina dapat beranak hingga 4 ekor bayi jaguar. Kebanyakan
dari bayi itu tidak dapat melihat ketika lahir. Oleh sebab itu, mereka
dilindungi oleh ibu mereka dari gangguan hewan lain, bahkan ayahnya
sendiri. Seingat kami, induk jantan keluarga kucing akan memakan anaknya
yang berjenis kelamin jantan. Nah, induk betina akan menemani
anak-anaknya hingga mereka bisa hidup mandiri.